PESPARAWI NASIONAL XIII

Event nasional 3 tahunan ini seharusnya digelar pada tahun lalu tetapi harus diundur karena kondisi pandemi masih tidak kondusif. Kepastian ini diumumkan setelah Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) bersama Dirjen Bimas Kristen Jannus Pangaribuan melakukan audiensi kepada Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X, beberapa hari lalu di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Sri Paduka menerima rombongan tersebut dengan didampingi Kepala Kanwil DIY Kemenag RI Masmin Afif, dan Kepala Biro Bina Mental Spiritual Setda DIY, Djarot Margiantoro.

Sri Paduka menegaskan, penyelenggaraan Pesparawi XIII ini nantinya harus dipastikan dengan baik, sesuai dengan prosedur penyelenggaraan acara pada masa pandemi. Karena bagaimanapun, mengumpulkan banyak orang pada saat ini tidak bisa sembarangan, harus ada langkah antisipasi yang matang.

Event ini akan memanfaatkan teknologi untuk memudahkan pekerjaan. "Kita manfaatkan teknologi melalui database ID card yang isinya berbagai macam informasi yang jelas. Kala rencana awal tanpa ada kejadian luar biasa ini, seluruh rencana kita pastikan sudah ideal, tuturnya. Djarot berharap, event ini bisa menjadi percontohan penyelenggaraan event skala besar dengan protokol kesehatan yang ketat.